“Sungguh seandainya salah seorang di antara mengambil seutas tali, kemudian pergi ke gunung kemudian kembali memikul seikat kayu bakar dan menjualnya, kemudian dengan hasil itu Allah mencukupkan kebutuhan hidupmu, itu lebih baik daripada meminta-minta sesama manusia, baik mereka memberi maupun tidak. “(HR Bukhari).
“Perhatikanlah olehmu sekalian, sesungguhnya perdagangan itu di dunia ini adalah sembilan dari sepuluh pintu rejeki” (HR. Ahmad).
Dari dua hadits diatas dapat kita ambil hikmah bahwasanya Rasulullah mengajarkan kita untuk hidup mandiri (wirausaha) ketimbang mengandalkan orang lain (bekerja) atau lebih parah lagi meminta-minta sesama manusia. Hadits kedua yang diriwayatkan Ahmad lebih tajam lagi dalam mengutamakan wirausaha, Rasulullah berkata dari 10 pintu rejeki sembilan diantaranya adalah lewat perdagangan/bisnis (kalo boleh saya ganti, saya akan ganti dengan wirausaha).
