Antara Diet dan Yoghurt

Berdiet dengan Minum Yoghurt — Pencernaan Lancar, Absorpsi Nutrisi Maksimal

YOGHURT atau salah satu produk fermentasi susu sering dikaitkan dengan diet menuju berat badan ideal. Benarkah?
Dalam pengolahan yoghurt, melalui proses fermentasi dilibatkan dua jenis bakteri ”baik”. Yaitu, Streptococcus thermophilus dan Lactobacillus bulgaricus. Keduanya tergolong bakteri asam laktat. Disebut demikian karena kemampuannya menguraikan laktosa menjadi asam laktat. Bahan itulah yang mengakibatkan yoghurt berasa asam.
”Proses fermentasi menurunkan kadar laktosa dalam yoghurt. Bagi orang yang tidak menyukai susu segar, yoghurt bisa jadi pengganti,” jelas Sri Wahyuningsih MKes, direktur Akademi Gizi Surabaya.
Dua jenis bakteri itulah yang berperan dalam percaturan mikroflora usus. Saat tumbuh di usus, kedua bakteri tersebut mampu menciptakan keadaan asam yang menghambat bakteri lain. Bakteri penyebab penyakit yang umumnya tak tahan asam ”gugur” di lingkungan bakteri yoghurt. “Sehingga, mikroflora dalam usus didorong mendekati keadaan seimbang yang normal. Hasilnya, pencernaan lancar dan absorpsi nutrisi pun maksimal,” jelas wanita berkacamata itu.
Karena alasan tersebut, pilihan yoghurt untuk menjaga berat badan tubuh memang benar. Meski, peran yoghurt tidak secara langsung mengurangi berat badan bagi yang mengalami obesitas. Kemampuan yoghurt menyehatkan usus menjadi alasan minuman asam itu disarankan untuk diet berat badan. ”Selain itu, yoghurt tidak berdampak diare karena mampu membunuh bakteri coli dalam usus,” ucapnya.
Apalagi, kandungan gizi yoghurt lebih tinggi dibandingkan susu segar. Kandungan lemaknya rendah. Per 100 gram yoghurt terdapat 52 kalori, 3,3 gram protein, 2,5 gram lemak, dan 120 gram kalsium. ”Kandungan air dalam yoghurt juga masih tinggi, sekitar 88 persen,” kata Sri. Sayang, kadar vitamin C dalam yoghurt hampir tidak ada.
Manfaat lain, susu fermentasi tersebut dapat mengaktifkan kembali enzim dalam usus dan hati. Efeknya, yoghurt mencegah tumbuhnya senyawa kimia penyebab kanker. Bahkan, yoghurt merangsang produksi sel darah putih. Bahan itu bisa memerangi kanker serta meningkatkan kekebalan tubuh.
Sebagai minuman, yoghurt juga berfungsi sebagai antimikroba. Ia mampu melawan mikroba ”jahat” di mulut yang memicu munculnya bau mulut. ”Selain itu, yoghurt mampu mengurangi kolesterol. Sebab, bakteri baik dalam yoghurt menyerap sejumlah zat kolesterol ke dalam selnya,” jelasnya. Penyerapan itu, lanjut Sri, terjadi di usus halus dan membantu mengurangi kolesterol dalam darah. Itulah alasan minuman fermentasi tersebut bisa menghindarkan penggunanya dari penyakit jantung koroner.
Hanya, menurut Sri, yoghurt akan bermanfaat bila dikonsumsi secara teratur. ”Kalau minumnya hanya sekali dua kali, jangan harap khasiat yoghurt yang banyak itu bisa didapat,” tegasnya. (uji)

sumber: http://www.kendaripos.co.id/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: