Khasiat Yoghurt sebagai Pangan Fungsional

Pangan fungsional pertama kali diperkenalkan di Jepang sekitar pertengahan tahun 1980an dan mengacu pada pangan yang diproses dengan memiliki komposisi khusus yang mendukung fungsional sebagai tambahan terhadap gizi. Umumnya pangan fungsional dianggap sebagai bagian pangan yang memiliki fungsi diet, dan memiliki komponen biologi aktif yang berguna untuk meningkatkan kesehatan atau mengurangi resiko penyakit. Pangan fungsional termasuk dalam konsep pangan yang tidak hanya penting bagi kehidupan tetapi juga sebagai sumber mental dan fisik, mendukung pencegahan dan mengurangi faktor resiko sakit untuk beberapa penyakit atau penambahan terhadap fungsi fisiologis tertentu. Salah satu produk pangan fungsional yang berbahan dasar susu adalah yoghurt.
Di Indonesia dikenal yoghurt yang berasal dari Sumatera Barat dengan nama dadih atau dadiah, yang dibuat dari susu kerbau. Namun demikian, yoghurt dapat dibuat dari bahan dasar kedelai. Yoghurt berbahan dasar susu dan kedelai merupakan pangan tradisional yang berfungsi sebagai pangan fungsional karena mengandung probiotik.
Pangan probiotik adalah makanan yang berisi kultur mikroorganisme baik sebagai hasil dari fermentasi atau yang secara sengaja ditambahkan dengan tujuan untuk memberikan keuntungan bagi inangnya seiring dengan meningkatnya keseimbangan mikroorganisme di intestinal. Beberapa mikroorganisme yang berperan sebagai probiotik, umumnya meliputi berbagai spesies dari genus Bifidobacterium (Bifidobacterium longum) dan Lactobacillus (Lactobacillus casei).
Probiotik berasal dari kultur bakteri yang bermanfaat bagi kesehatan usus, bakteri ini juga dapat mencegah bakteri berbahaya penyebab penyakit, seperti kanker. Sejumlah hasil-hasil penelitian yang menunjukkan bahwa probiotik yoghurt berpotensi sebagai immunomodulasi dan antikanker telah didokumentasikan oleh Mishra VK, Mohammad G, dan Jha A tahun 2008.
Hasilnya menunjukkan bahwa peranan yoghurt sebagai probiotik sebagai immunomodulasi adalah dengan cara menstimulasi pembelahan dan pematangan sel limfosit T, meningkatkan sekresi IgA, menstimulasi produksi sitokin melalui induksi makrofag, monosit, dan limfosit, menstimulasi produksi sel NK, MHC kelas II, CD4, CD8, IL-12, TNFa, dan IFNg.
Selanjutnya, hasil-hasil penelitian potensi yoghurt terhadap antikanker menunjukkan bahwa probiotik yoghurt dapat menekan tumbuhnya kanker dengan cara meningkatkan sistem imun yang berhubungan dengan mekanisme pembunuhan sel kanker, seperti sel NK.
Selain itu hasil penelitian Safithri 2000 menunjukkan bahwa pemberian yoghurt sebanyak 2 ml dapat mempercepat persembuhan luka di bibir, yaitu dua hari lebih cepat jika dibandingkan dengan yang diberi akuades. Dengan demikian, kita dapat mengerti bahwa yoghurt sebagai pangan fungsional yang mengandung probiotik berkhasiat untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan dapat mencegah penyakit kanker kolon.

Oleh: Mega Safithri, Dosen Bikimia FMIPA IPB

sumber: http://www.jurnalbogor.com/?p=50197www.jurnalbogor.com screen capture 2009-11-8-20-5-14

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: